[Terjemahan] Interview BTS Tentang Konsep Pameran Tiap Member di Masa Depan #HAPPYBIRTHDAYJIMIN


Q: “Bagaimana kau akan memamerkan masa depanmu?”

RM: “Judulnya akan menjadi Nae, Il (*memiliki 2 arti: naeil = besok; nae= ku, il= kerja). Isinya semua kerja, haha. Separuh benar dan separuh salah .. emm, aku tidak tahu. Aku adalah seseorang yang terus bekerja pada sesuatu dalam hidupku. Aku bukanlah seseorang yang hanya menghabiskan waktuku untuk bermain. Sehingga konten yang paling penting akan menjadi apa yang akan kulakukan di masa depan. Entah aku hanya akan menyimpan musik yang telah menjadi bagian besar dalam hidupku untuk waktu yang sangat lama, atau itu akan tetap jadi pekerjaanku yang penting. Jika aku akan memamerkan hari esokku, aku akan membuat hari esokku dengan memfokuskan pada hari ini. Jika aku akan memamerkan hari ini, maka aku akan memamerkan sepedaku, figurinku, baju-baju, musik, slogan-slogan yang dibuatkan fans untukku, dan hal-hal yang melengkapi hidupku sehari-hari seperti contoh gambar-gambar rapmonnie. Sama dengan masa depan, mimpiku di masa depan, hobi-hobiku yang melengkapi masa depanku, hal-hal yang kusuka, bukankah itu akan menjadi pameran yang paling jujur? Aku tidak tahu jika itu pameran yang layak.”

Suga: “Min Yoongi di usia 30 tahun. Min Yoongi di 30an. Aku mungkin hidup pada kehidupan yang berbeda, atau mungkin hidup pada kehidupan yang sama. Aku penasaran.”

V: “Aku ingin memperlihatkan kebahagiaanku di masa depan dengan banyak metode ekspresi seperti video-video, gambar-gambar atau lukisan-lukisan.”

J-hope: “Untuk memamerkan masa depanku? Jika aku akan memamerkan masa depanku aku ingin memperlihatkan bagaimana aku bertambah tua dengan gambar-gambar ID. 20an, 30an, 40an, 50an, 60an, 70an, 80an tepat sebelum aku mati. Bukankah itu akan menyenangkan? Proses bertambah tua itu…”


Jungkook: “Hmmm, untuk ruang pameranku, 15 pyeong akan cukup? (ruangan yang kecil) Aku tidak punya banyak hal untuk dipamerkan … Video-video? Aku ingin membuka pameran yang seperti itu jika aku melakukannya. Karena itu tidaklah buruk untuk memamerkan hal-hal yang telah berlalu dalam hidupku, itu bisa juga menjadi sebuah objek.”

Jin: “Jika aku membuka pameran di masa depanku, akan terdapat wajahku yang seperti patung pahatan (sempurna) dari tahun ke tahun. 2016, 2017, 2018, akan seperti ini nantinya.”

Jimin: “Sejujurnya ini, aku tidak tahu. Karena aku tidak bisa membayangkan masa depanku. Namun, kalau aku ingin mengekspresikan kata “masa depan”, aku ingin kami bertujuh di sana. Pameran atau apa pun yang ingin kuekspresikan, aku ingin kami bertujuh berada di sana. Karena, kupikir masa depan ada karena masa kini ada. Masa depanku dibuat dari apa yang kulakukan pada saat ini. Dan kurasa bahwa masa depanku menjadi ada setelah aku masuk dalam tim ini, begitulah.”

Duh, kata-kata mas Jimin ngena banget di hati. “Masa depan ada karena masa kini ada. Masa depanku dibuat dari apa yang kulakukan pada saat ini.” Jadi kira-kira, akan jadi apa masa depanku kalau apa yang kulakukan saat ini sama sekali tak berguna? Ugh! 

Trans Indo: Najla Al-faiq